Apa saja peralatan yang digunakan dalam sistem irigasi tetes?

Peralatan yang digunakan dalam sistem irigasi tetes adalah:

1 Pipa irigasi tetes: Pipa ini digunakan untuk mengalirkan air ke berbagai bagian sistem irigasi. Pipa irigasi tetes biasanya terbuat dari polietilen dengan diameter berbeda dan sangat fleksibel.

2 Katup tetes: Katup ini digunakan untuk mengatur aliran air dan mendistribusikannya di tempat yang berbeda.

3 katup daging: katup ini digunakan untuk menghubungkan pipa irigasi tetes ke sistem irigasi.

4 Klip: Klip digunakan untuk memelihara dan memperbaiki pipa irigasi tetes di tanah.

5. Skrup: Bagian ini digunakan untuk menghubungkan dua pipa irigasi tetes satu sama lain.

6 Tee: Tee digunakan untuk mencabangkan dan membagi aliran air ke berbagai bagian sistem irigasi.

7 Siku: Bagian ini digunakan untuk menghubungkan pipa irigasi tetes ke pompa dan peralatan lainnya.

8 Pompa: Pompa digunakan untuk mengalirkan air ke pipa irigasi tetes dan menciptakan tekanan yang diperlukan untuk aliran air.

9 Distributor air: Perangkat ini digunakan untuk mendistribusikan air secara otomatis dan optimal di berbagai bagian sistem irigasi.

10 Sensor: Sensor digunakan untuk mengukur berbagai faktor seperti kelembaban tanah, suhu dan jumlah cahaya yang cocok untuk pertumbuhan tanaman. Dengan menggunakan data yang diperoleh dari sensor, dimungkinkan untuk mengoptimalkan sistem irigasi dan mengurangi konsumsi air.

11 Sistem kontrol: Sistem kontrol seperti pengontrol dan pengatur waktu digunakan untuk mengatur dan mengontrol sistem irigasi. Sistem ini memiliki kemampuan untuk menyesuaikan dan merencanakan waktu irigasi serta dapat memberikan optimalisasi konsumsi air dengan menggunakan data yang diperoleh dari sensor dan kondisi cuaca.

12 Sistem filtrasi: Sistem filtrasi digunakan untuk memisahkan partikel tersuspensi dalam air dan mencegah kegagalan peralatan sistem irigasi. Sistem ini digunakan untuk menjaga kualitas air.

13 Sistem injeksi campuran pupuk: Dengan menggunakan sistem injeksi campuran pupuk, pupuk dapat diinjeksikan secara akurat dan langsung ke dalam tanah dan tanaman. Sistem ini digunakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi konsumsi pupuk dan meningkatkan kualitas produk.

14. Sistem pengumpulan air: Sistem pengumpulan air digunakan untuk menggunakan kembali air yang dibuang dan mengurangi konsumsi air serta melindungi lingkungan.